Rabu, 23 Januari 2019

Inilah 10 Dampak Buruk Jika Suami Istri Sering Ribut di Rumah

Setiap pasangan suami istri pasti bermimpi dapat memiliki hubungan rumah tangga yang harmonis dan baik-baik saja. Namun, terkadang banyak hal negatif yang memicu suatu masalah dalam hubungan suami istri yang mengakibatkan pertengkaran hebat.


Terlalu sering bertengkar dengan pasangan dapat menyebabkan berbagai dampak buruk. Dampak ini pun tidak hanya berimbas pada kedua belah pihak saja, namun kepada buah hati pasangan tersebut pula. Penasaran apa saja dampak buruk jika suami istri sering bertengkar di rumah, simak ulasannya di bawah ini!

Dampak Buruk Yang Terjadi Jika Suami Istri Sering Bertengkar

Inilah 10 dampak yang bisa terjadi dalam hubungan suami istri yang sering mengalami pertengkaran, antara lain:

Mudah bosan dengan pasangan

Pertengkaran dalam hubungan suami istri yang terjadi memang hal yang sangat lumrah. Namun, jika hal ini sering dan kerap kali terjadi maka akan sangat fatal akibatnya bagi hubungan Anda dan pasangan. Pertengkaran yang sering terjadi dapat membuat kedua belah pihak atau salah satu pihak merasa jenuh hingga akhirnya ketertarikan Anda dengan pasangan pun semakin berkurang. Jika salah satu pihak tidak ada yang mau mengalah maka tingkat kejenuhan dalam berhubungan pun akan semakin bertambah.


Hubungan semakin renggang

Seringkali, seorang pasangan yang sudah menikah lebih memilih untuk menjauh dan menyibukkan diri dibandingkan untuk bertengkar dengan pasangannya. Meskipun satu dua kali hal ini berhasil, namun jika hal ini sering dilakukan maka pasangan Anda pun akan terbiasa meredam masalah dengan menjauh diri Anda pasangan. Kebiasaan ini justru akan semakin membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi semakin renggang.

Komunikasi sangat sulit terjalin kembali

Pertengkaran atau perdebatan yang sering terjadi dalam hubungan rumah tangga pun dapat berdampak pada kelancaran komunikasi Anda dan pasangan. Seringnya konflik yang muncul dan timbulnya perdebatan akan membuat emosi Anda meluap-luap. Bahkan sering kali pun kedua belah pihak akan saling menyakiti, baik itu secara lisan maupun tindakan. Hal inilah yang akan memicu terjadinya komunikasi sangat sulit terjalin kembali karena kedua belah pihak sudah saling menyakiti satu sama lain.

Memicu adanya orang ketiga

Saat terjadi pertengkaran dengan pasangan, pasti seseorang membutuhkan tempat bersandar atau teman untuk diajak bicara untuk sekedar menenangkan pikiran. Namun, sayangnya menceritakan masalah dalam rumah tangga ke orang lain terutama kepada lawan jenis bukanlah hal yang baik.

Justru hal ini akan memicu dan memberikan celah untuk hadirnya pihak ketiga dalam hubungan Anda dan pasangan. Sebab, terkadang saat terjadi suatu masalah, teman atau lawan jenis yang diajak berbicara terasa lebih nyaman dan menenangkan dibandingkan dengan pasangan sendiri.

Hilangnya rasa percaya

Pertengkaran yang kerap kali terjadi pun dapat membuat rasa saling percaya antara suami istri semakin memudar. Memilih menyelesaikan masalah dengan diam, kabur, dan bercerita dengan orang lain atau pihak ketiga akan membuat salah satu pihak tersakiti. Oleh karenanya, rasa percaya akan pasangan Anda terhadap Anda pun akan semakin memudar dengan berjalannya waktu.

Depresi atau stress 


Stress tidak melulu dapat disebabkan karena pekerjaan saja. Buktinya, pertengkaran dalam rumah tangga pun dapat memicu terjadinya depresi pada pasangan. Terjadinya konflik dan pertengkaran yang tak kunjung usai akan membuat seseorang mudah emosi, temperamental yang akhirnya dapat membuat dirinya menjadi stress berkepanjangan.

Kepercayaan anak diri semakin rendah

Dampak pertengkaran suami istri tidak hanya pada diri mereka saja, melainkan juga ke anak-anak. Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman dan aman bagi keluarga dan anak. Namun, dengan adanya pertengkaran yang terjadi pada suami istri, anak pun akan mudah waspada dengan lingkungan sekitarnya. Anak yang memiliki keluarga broken home, biasanya akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Anak mudah sakit dan stress

Tidak hanya orang tua yang mudah stress, anak-anak pun akan mudah stress dan sakit jikalau orang tuanya sering bertengkar di rumah. Kebisingan akibat perdebatan orang tua akan membuat si anak merasa tidak nyaman. Di samping itu, saat terjadinya pertengkaran pun orang tua akan hilang perhatian kepada anak. Oleh karenanya anak mudah sakit dan stress akibat pertengkaran orang tuanya.

Anak mudah tersulut emosi

Anak memiliki kemampuan mudah merekam kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Jika orang tuanya sering bertengkar di rumah, apalagi di hadapannya langsung\ maka si anak pun akan menjadi pribadi yang mudah tersulut emosi. Tidak hanya itu, anak pun akan cenderung penakut dan diam karena trauma akibat pertengkaran orang tuanya.
Anak lebih memilih melakukan hal di luar rumah

Saat anak sudah merasa terganggu atau bahkan terancam kenyamanannya akibat pertengkaran dari orang tuanya maka anak lebih suka menghabiskan waktu di luar. Anak akan jauh merasa nyaman dan tenang jika tidak dekat dan berada di lingkungan orang tuanya berada.

Demikianlah beberapa dampak buruk yang dapat terjadi jika Anda dan pasangan sering rebut di rumah, apalagi di depan buah hati Anda secara langsung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar